Gereja Menonit (Maronite)

Gereja Menonit tergolong di dalam kelompok Gereja-gereja Anabaptis, yaitu gereja-gereja yang menolak baptisan anak dan hanya mengakui baptisan orang dewasa yang sudah menyatakan imannya. Gereja ini bertumbuh dari masa Reformasi karena para pengikutnya merasa bahwa gerakan pembaruan yang dilakukan antara lain oleh Martin Luther dan Yohanes Calvin kurang radikal. Karena itu pula gerakan ini disebut juga kelompok Reformasi Radikal. Penganut ajaran gereja Menonit umunya berada di Timur Tengah seperti Turki, Suriah, Israel, Mesir, Sudan, Sudan Selatan, Yordania, Irak dan Armenia.

Ajaran/Prinsip
Sekelompok Menonit merumuskan “Tujuh Artikel Schleitheim” di Canton Schaffhausen, Swiss, pada 24 Februari 1527. Ketujuh artikel ini dapat dikatakan menyimpulkan seluruh ajaran Gereja Menonit:

  1. Baptisan hanya dilayankan kepada mereka yang telah bertobat dan sungguh-sungguh percaya bahwa dosa mereka telah dihapuskan oleh Kristus, dan mereka yang berjalan di dalam kebangkitan Yesus Kristus, dikuburkan bersama-Nya di dalam kematian-Nya, sehingga mereka akan dibangkitkan bersama-Nya kelak. Karena itu, Gereja Menonit menolak baptisan anak.
  2. Pengucilan diberlakukan bagi mereka yang telah dibaptiskan, tetapi kemudian jatuh ke dalam dosa dan telah diperingatkan sampai tiga kali.
  3. Memecah roti adalah kesatuan oleh baptisan di dalam satu tubuh Kristus, yaitu Gereja Allah. Mereka yang ikut serta di dalam pekerjaan kuasa kegelapan tidak mempunyai tempat dalam pemecahan roti.
  4. Orang Kristen terpanggil untuk memisahkan dirinya dari kuasa jahat, karena kita tidak mempunyai bagian dengan Babel dan Mesir. Oleh karena itu, orang Menonit harus menjauhkan diri dari semua karya dan kebaktian orang Katolik dan Protestan, bar-bar, urusan-urusan masyarakat dan sumpah yang diucapkan dalam ketidakyakinan, dan segala sesuatu yang dianggap mulia oleh dunia, namun jelas-jelas berlawanan dengan perintah Allah.
  5. Pendeta haruslah memimpin jemaat sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa menjelek-jelekkannya. Bila pendeta harus menerapkan disiplin, hal itu harus dilaksanakannya berdasarkan dua atau tiga orang saksi. Bila pendeta disingkirkan atau meninggal (karena mati syahid atau lainnya), maka orang lain harus langsung diangkat untuk menggantikannya agar umat gembalaan Allah tidak musnah.
  6. Allah memerintahkan penggunaan pedang di luar kesempurnaan Kristus. Namun di dalam kesempurnaan Kristus pedang hanyalah digunakan untuk peringatan untuk mengucilkan mereka yang tidak berdosa, tanpa mematikan. Oleh karena itu, orang Kristen tidak boleh menggunakan pedang. Itu berarti pula orang Kristen tidak boleh menjadi tentara. “Orang dunia bersenjatakan besi dan baja, tetapi orang Kristen dipersenjatai oleh senjata Allah, dengan kebenaran, kehidupan yang benar, perdamaian, iman, keselamatan, dan Firman Allah. Singkatnya, sebagaimana pikiran Allah terhadap kita, demikian pula pikiran anggota-anggota tubuh Kristus berjalan melalui Dia di dalam segala sesuatu, agar tidak terjadi perpecahan di dalam Tubuh-Nya (Gereja) yang dapat menyebabkan kehancuran. Karena setiap kerajaan yang berperang melawan dirinya sendiri akan hancur.”
  7. Orang Kristen tidak boleh mengucapkan sumpah, karena kata-katanya harus tegas, ya atau tidak.

Gereja Menonit Di Indonesia

Tag:

About fikrisapulettehattus

My Name Is M.Fikri Ansori Sapulette Hattu My Father Is Ansori Sapulette My Mother Is Maryana Hattu I'am Moslem (99,99 % Sunni, 0,1 % Satanic) Nice To Meet You :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: